Warta Journalizm — KPI UIN Sunan Kudus menjadi tuan rumah Forum Komunikasi
Mahasiswa Nasional KPI Wilayah III Jateng-DIY pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan
yang dihadiri delegasi mahasiswa KPI dari berbagai PTAI di Jawa Tengah dan DIY
tersebut turut menghadirkan Seminar Nasional Broadcasting yang mengangkat isu
kebebasan media dan pentingnya nalar kritis di tengah derasnya arus informasi
digital.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan
Komunikasi Islam UIN Sunan Kudus, Dr. Mas’udi, S.Fil.I., M.A. Dalam
sambutannya, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa KPI dalam menghadapi
perkembangan komunikasi yang semakin dinamis tanpa meninggalkan nilai-nilai
keislaman sebagai landasan dalam berkarya dan bermedia. Acara ini juga menjadi
ajang silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi bagi mahasiswa KPI dari berbagai
kampus, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Salatiga, IPMAFA Pati,
UNISNU Jepara, IAINU Kebumen, dan sejumlah PTAI lainnya.
Selain agenda Silaturahmi Akbar wilayah III Jateng-DIY, kegiatan
juga diisi Seminar Nasional Broadcasting yang menghadirkan empat narasumber,
yakni Sunarni, S.Sos, M.I.Kom, Adamifa Shobirin, Faza Yudiansyah, M.A. dan Abas
Fauzi, M.A. Dalam seminar tersebut, para narasumber membahas peran media dan
film sebagai sarana menyampaikan realitas sosial sekaligus membangun kesadaran
publik terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta menyoroti sejumlah
isu, mulai dari kebebasan media, pelarangan film dokumenter, hingga posisi
mahasiswa dalam menyikapi dinamika sosial dan politik yang berkembang. Berbagai
pandangan muncul dalam forum tersebut, namun seluruh narasumber sepakat bahwa
kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam
menghadapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital.
Faza Yudiansyah, M.A. menegaskan bahwa media, termasuk film, dapat
menjadi sarana untuk membangun kesadaran kritis masyarakat. Menurutnya,
mahasiswa tidak cukup hanya menyuarakan kritik, tetapi juga perlu memiliki
pengetahuan, empati, dan kemampuan untuk menyampaikan pesan secara tepat kepada
publik. Sementara itu, Adamifa Shobirin menyoroti besarnya pengaruh media
visual dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu isu. Ia menilai
film mampu menghadirkan perspektif yang lebih dekat dengan realitas sehingga
dapat menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan sosial kepada
khalayak.
“Film bisa menjadi cara yang kuat untuk menyampaikan realitas
kepada masyarakat. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita bersikap dan
mengambil peran dalam kehidupan sosial kita sendiri,” ujar Adamifa Shobirin.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Berbagai
pertanyaan dan tanggapan disampaikan oleh delegasi dari sejumlah kampus,
menciptakan ruang diskusi yang aktif dan reflektif. Melalui kegiatan ini,
mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai dunia broadcasting, tetapi
juga diajak untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial serta mampu memanfaatkan
media secara kritis dan bertanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan Silaturahmi Akbar Forkomnas KPI wilayah III
Jateng-DIY dan Seminar Nasional Broadcasting ini, UIN Sunan Kudus berharap
dapat memperkuat jejaring antarmahasiswa KPI sekaligus mendorong lahirnya insan
komunikasi yang kritis, adaptif, dan mampu menjadikan media sebagai sarana
edukasi serta perubahan sosial.

No comments:
Post a Comment