Warta Journalizm

Warta Journalizm KPI UIN Sunan Kudus

Post Page Advertisement [Top]

Kenali Potensi Perikanan Desa, Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus Kunjungi Kolam Bioflok Undaan Lor

Kenali Potensi Perikanan Desa, Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus Kunjungi Kolam Bioflok Undaan Lor


Pict Source: Foto Pribadi

KUDUS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus melakukan kunjungan ke lokasi budidaya ikan sistem bioflok yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada 5 Agustus 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengenal potensi desa, khususnya dalam bidang perikanan sekaligus mempelajari penerapan budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

 

Ketua KDMP Undaan Lor, Rif’an Hamim, menjelaskan bahwa keberadaan kolam budidaya tersebut tidak terlepas dari program Koperasi Desa Merah Putih. Pengembangan kolam budidaya ikan menggunakan sistem bioflok juga merupakan bagian dari program yang telah ditentukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Budidaya ikan nila sendiri mulai dijalankan sejak akhir Desember 2025. Menurut Rif’an, penerapan bioflok bertujuan mengenalkan kepada masyarakat sistem budidaya perikanan yang dapat menghemat pakan dan air sekaligus lebih ramah terhadap lingkungan.

 

Saat ini, terdapat 25 kolam yang dikelola oleh KDMP Undaan Lor. Kolam tersebut terdiri atas 15 kolam ikan nila, tujuh kolam ikan lele, serta masing-masing satu kolam untuk ikan patin dan gurami. Kapasitas setiap kolam juga disesuaikan dengan jenis ikan yang dibudidayakan. Kolam nila dapat menampung sekitar 700 ekor per kolam, sedangkan kolam lele memiliki kapasitas sekitar 2.500 ekor. Sementara itu, kolam patin dan gurami masing-masing memiliki kapasitas sekitar 200 ekor. Saat ini, pengelolaan kolam dilakukan oleh Rif’an selaku ketua koperasi bersama satu anggota koperasi.

Pict Source: Foto Pribadi

Lebih dari sekadar kegiatan budidaya, keberadaan kolam bioflok di Undaan Lor menunjukkan upaya pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. Penggunaan air dan pakan yang lebih hemat menjadi salah satu keunggulan sistem tersebut. Rif’an berharap, dengan pengelolaan yang baik, budidaya ini dapat berkembang menjadi kegiatan yang menguntungkan sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak ragu mengembangkan usaha di bidang perikanan. Ia menilai, pengembangan tersebut tetap perlu diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan budidaya agar masyarakat mampu mengelolanya secara berkelanjutan.


Penulis: Faradila Nur Hasanah

 

No comments:

Post a Comment