Warta Journalizm

Warta Journalizm KPI UIN Sunan Kudus

Post Page Advertisement [Top]

Cek Fakta: Benarkah Video Warga Terjebak Banjir, Sampai Airnya Masuk di dalam Bus Jakarta Selatan

Cek Fakta: Benarkah Video Warga Terjebak Banjir, Sampai Airnya Masuk di dalam Bus Jakarta Selatan


            Platform media sosial Kembali dipenuhi dengan sebuah vidio viral yang menunjukkan ada beberapa penumpang berada di dalam sebuh bus yang terlihat di dalam bus nya dipenuhi oleh air banjir. Dalam video tersebut terlihat air menggenangi bagian dalam kendaraan sehingga menimbulkan Kesan bahwa para penumpang bus tersebut sedang dalam keadaan terjebak dalam situasi darurat. Video dan narasi tersebut menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jakarta Selatan dan pada saat itu wilayah tersebut juga dilanda banjir. Video ini dengan cepat menarik perhatian publik, dan dibagikan oleh banyak pengguna media sosial. Banyak pengguna media sosial yang segera mencari informasi tersebut, dikarenakan banjir sering terjadi di daerah Jakarta pada saat musim hujan tiba. Dengan situasi tersebut membuat video terlihat masuk akal dan mudah diterima oleh masyarakat tanpa adanya proses verifikasi lebih lanjut.

            Dengan adanya video AI yang banyak beredar saat ini, menunjukkan bahwa pentingnya kemampuan masyarakat dalam memeriksa informasi tersebut benar atau tidaknya. Video yang viral di media sosial tidak selalu benar adanya, akibatnya penyelidikan harus dilakukan untuk memastikan bahwa video tersebut benar menunjukkan apakah benar ada beberapa orang yang terjebak di dalam bus dalam keadaan banjir. Dan buktinya video tersebut hanyalah buatan AI dan tidak pernah benar-benar terjadi, jadi informasi yang menyesatkan.

Konten yang diperiksa berasal dari video yang beredar di berbagai platfrom media sosial, tarutama Tik Tok, YouTube dan Facebook. Dalam video tersebut menampilkan suasana di dalam sebuah bus yang dipenuhi oleh air, sehingga memberi Kesan bahwa bus tersebut terjbak banjir dan sampai masuk ke dalam busnya. Video tersebut ditemukan pada awal tahun 2026 dan tersebar luas melalui berbagai platfrom media sosial. Sebagain besar klaim yang beredar menyatakan bahwa video tersebut merupakan rekaman nyata peristiwa banjir di Jakarta Selaran yang menyebabkan para penumpang terjebak di dalam bus. Dikarenakan berkaitan dengan bencana yang bisa mempengaruhi persepsi publik terhadap kondisi suatu daerah, maka klaim tersebut perlu diverifikasikan menggunakan sumber-sumber yang kredibel.

Untuk memeriksa kebenaran dari video tersebut, penelusuran dilakukan melalui beberapa Langkah. Yang pertama, menelusuri sumber penyebaran video dan narasi yang menyertai. Yang kedua, membandingkan informasi yang beredar dengan pemberitaan dari media yang dapat dipercaya. Yang ketiga, mencari hasil pemeriksaan dari Lembaga cek fakta yang memiliki kompetensi dalam verifikasi konten digital. Yang keempat yaitu mengamati elemen visual dalam video untuk  melihat kemungkinan adanya manipulasi digital. Selain itu, penelusuran juga dilakukan terhadap informasi resmi yang berkaitan dengan operator bus yang di sebut dalam narasi video tersebut. Langkah ini diperlukan untuk memastikan apakah benar telah terjadi peristiwa seperti yang ada di video tersebut.

Dari hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut menampilkan beberapa orang yang terjebak banjir di dalam bus di Jakarta Selatan ternyata tidak benar. Sejumlah Lembaga cek fakta menemukan bahwa video tersbeut bukan rekaman kejadian nyata sebagiaman yang diklaim dalam unggahan video viral tersebut. Pada hasil pemeriksaan menunjukkan adanya berbagai kejanggalan visual yang mengindikasi bahwa video tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI). Beberapa bagian video yang manampilkan bentuk objek yang tidak konsisten, seperti Gerakan air yang tidak alami, dan detail visual yang berubah secara tidak wajar pada beberapa frame.

Hasil verifikasi fakta AFP menegaskan bahwa video tersebut berasal dari AI. Operator bus yang dikaitkan dealam video tersebut juga membantah bahwa peristiwa tersebut pernah terjadi. Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa video tersebut merekam peristiwa nyata di Jakarta Selatan, seperti yang ada di video tersebut. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, video yang beredar dikategorikan sebagai konten palsu yang dibuat menggunakan bantuan teknologi AI dan setelah itu disebar luaskan dengan narasi yang menyesatkan.

Video tersebut menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk menciptakan informasi yang sangat menyakinkan. Salah satu alasan video tersebut mudah dipercaya yaitu dikarenakan video tersebut beredar pada saat musim hujan dan banyak berita yang beredar menganai banjir di daerah Jakarta. Pada saat seseorang melihat video yang sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi di dunia nyata, semua orang yang melihat video tersebut akan meepercayainya tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ditambah lagi format video sering dianggap sebagai bukti yang kuat dibandingkan informasi yang berbentuk teks atau gambar.

Perkembangan teknologi AI saat ini mempermudah siapa saja yang ingin membuat video-video yang terlihat nyata meskipun tidak berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Jika seseorang tidak berhati-hati dalam menerima iformasi, bisa dengan mudahnya menjadi korban disinformasi. Dengan adanya peristiwa ini, menunjukkan bahwa ancaman hoaks tidak lagi hanya berupa tulisan atau foto yang dimanipulasi. Saat ini, video hasil buatan AI mulai banyak digunakan untuk menyabarkan informasi palsu, dikarenakan memiliki daya persuasi yang lebih tinggi.

Kasus video yang diklaim terjebak banjir di dalam bus memberikan Pelajaran penting mengenai pentingnya literasi digital. Sebelum mempercayai suatu informasi, masyarakat perlu memeriksa sumbernya terlebih dahulu. Informasi yang beredar di media sosial, lebih baik dibandingkan dengan pemberitaan dari media yang terpercaya atau hasil verifikasi dari lembaga cek fakta. Selain itu juga, masyarakat juga perlu memahami bahwa teknologi AI bisa menghasilkan gambar atau video yang terlihat sangat asli. Oleh karena itu, tampilan visual tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan kebenaran suatu informasi.

Kritis dalam bersikap, cek kebenaraninformasi, dan bandingkan sumber adalah cara penting agar berita bohong tidak menyebar di media sosial. Dengan ini, masyarakat bisa aktif dalam menciptakan lingkungan informasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil verifikasi terhadap berbagai sumber yang dapat dipercaya, vidoe yang diklaim memperlihatkan beberapa orang terjebak di dalam bus dengan keadaan air banjir masuk ke dalam bus di Jakarta Selatan dinyatakan salah atau hoaks. Video tersebut bukan hasil dari rekaman peristiwa nyata, namun video tersebut dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan disebarluaskan dengan narasi yang menyesatkan.

Dengan adaya kasus ini, menjadi pengingat bahwa tidak semua konten viral di media sosial bisa dipercaya begitu saja. Kemampuan melakukan cek fakta dan verifikasi informasi menjadi keterampilan yang sangat penting di era digital agar masyarakat tidak mudah terpengarug oleh informasi yang salah.

Daftar Sumber

            https://vt.tiktok.com/ZSQQjWnvh/

Penulis: Khalimatus Sakdiyah

No comments:

Post a Comment